BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET-Merespon insiden unjuk rasa di jalan yang dilakukan warga di Kecamatan Sukamakmur terkait jalan mangkrak, Achmad Fathoni Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor/Caleg DPRD Dapil Dua asal PKS ini angkat bicara. Ia meminta agar pihak Dinas PUPR bertanggungjawab dan kedepan meminta pihak ULP lebih selektif lagi dalam menentukan pemenang tender.
“Saya sudah sampaikan langsung ke pak Sekdis PUPR, terkait persoalan jalan Sukamakmur yang terbengkalai. Menurut Sekdis, bahwa pekerjaan tersebut tinggal 40 persen lagi, dan diakuinya pihak pemborong terkendala finansial,” ucap Achmad Fathoni, Jumat (26/1/2024).
Politisi PKS yang saat ini kembali mencalonkan sebagai Caleg DPRD Dapil Dua Kabupaten Bogor ini memaparkan, bahwa PUPR sedang berupaya untuk melakukan komunikasi dengan PPK terkait kelanjutan proyek tersebut
“Katanya lagi dikoordinasikan lagi oleh ppk terkait kelanjutannya,” jelasnya.
Fathoni juga menyinggung kontraktor yang dinilai tidak memiliki modal lagi, dan pihak PUPR pun tidak menampik hal tersebut.
“PPUR menjawab seperti itu kondisinya, diminta bantu rekan bisnis belolum ada hasilnya,” katanya.
Berkaca dari kejadian ini yang tidak hanya kali ini saja, sebagai Caleg Incumbent yang kerap merespon persoalan masyarakat yang ada di wilayah Timur Kabupaten Bogor, Fathoni pun
meminta agar kedepannya pihak ULP diberikan masukan untuk lebih seelektif lagi dalam menentukan pemenang tender.
“Saya ingin kedepannya ada masukan ke ULP untuk teliti lagi dalam menentukan oemenang tender. Hal itu lantaran kejadian seperti ini tidak hanya satu kali saja, melainkan ada beberapa kejadian lagi sebelumnya,” tegasnya.
Kenudian Fathoni juga menanyakan langkah selanjutnya oleh pihak pupr dalam menyikapi persoalan ini. Pihaknya meminta agar persolan tersebut dapat segera ditangani, dan masyarakat pun tidak lagi dirugikan.
Sebelumnya diberitaoan, Puluhan warga Kampung Cikeruh RT 01/01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk lebih ketat dalam proses lelang proyek.
Pasalnya, warga merasa terganggu akibat proyek betonisasi jalan yang membentang lebih kurang 10 kilometer dari perbatasan Desa Sukamakmur sampai Desa Sirnajaya masih belum dirampungkan alias terbengkalai.
“Kami kesal, padahal sebagian badan jalan sudah dibangun. Tapi, kok sebagian badan jalan sisi lainnya dibiarkan mangkrak,” ujar Alim (29) pemuda Kampung Cikeruh, Kamis (25/1/2023).
Pemuda setempat juga tidak tinggal diam, bersama warga ramai – ramai menuju ke tengah proyek jalan yang mangkrak menyuarakan kekecewaan masyarakat Desa Sukamulya.
“Kalau jalan beton yang di Sirnajaya sudah jadi, lebarnya 5 meter. Tapi mengapa yang di Sukamulya terhenti proyeknya. Akibatnya, antrian panjang kendaraan setiap hari menyulitkan aktifitas dan usaha warga. Apalagi hari Sabtu dan Minggu macetnya parah,” keluhnya.
Hal serupa, Ketua RW 01, Tomi, membenarkan adanya aksi protes warganya mewakili masyarakat yang terganggu oleh keberadaan proyek betonisasi jalan yang mangkrak di wilayah Desa Sukamulya,.
“Akses jalan disini merupakan akses jalan utama wisata Kecamatan Sukamakmur menuju Arca Sukawangi, perbatasan Cianjur. Kalau tidak segera dirampungkan yang dirugikan masyarakat banyak, terutama warga kami disini,” jelasnya.
Perlu diketahui aksi ini juga beredar di media sosial dan YouTuber, dimana didalam video tersebut warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor kedepannya supaya tidak salah seleksi kontraktor. Aksi warga ini sempat mengganggu arus lalu lintas karena warga yang protes menggelar aksi di jalan yang pembangunannya mangkrak. (Sb/As)
Editor : Asep Bucek
